Berikut ini 4 obat impotensi tradisional yang dapat anda coba untuk menyembuhkan masalah ini. Memang tidak bisa dibantah lagi bila impotensi merupakan momok bagi tiap pria. Tidak bisa berdirinya si ‘adik kecil’ bisa jadi kiamat tersendiri bagi pria. Mulai dari rasa malu hingga depresi. Apalagi jika pasangan sampai minggat gara-gara Anda tak berdaya lagi di ranjang.
Sebenarnya impotensi bisa diatasi. Tapi banyak pria yang tidak percaya diri untuk memeriksakan diri ke dokter. Tak jarang yang berusaha sendiri untuk membangkitkan kembali si ‘adik kecil’ yang mati suri.
Menurut WebMD, Sabtu (27/9/2014) impotensi alias disfungsi ereksi disebabkan oleh banyak hal. Misalnya aterosklerosis (gangguan pada pembuluh darah), penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, penyakit saraf, diabetes, pengaruh obat tertentu, luka akibat pembedahan, dan masalah psikologis. Karenanya, jika Anda mengalami impotensi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari sebabnya. Kalaupun impotensi yang dialami belum parah, sebisa mungkin konsultasikan dulu segala jenis pengobatan alternatif yang ingin Anda lakukan.
1. Akupuntur
Teknik ini telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah seksual pria selama ratusan tahun. Meski demikian, bukti ilmiah yang mendukung keunggulannya mengatasi impotensi masih samar.
2. Ginseng
Ginseng dikenal sebagai herbal serbaguna. Ginseng merah Korea telah lama digunakan untuk merangsang kepriaan. Hanya saja, nasibnya sama seperti akupuntur. Bukti ilmiah ginseng merah dapat mengatasi impotensi masih abu-abu.
3. Jus buah delima
Jus delima merupakan buah kaya antioksidan. Manfaatnya antara lain mengurangi risiko sakit jantung dan tekanan darah tinggi. Sayangnya, belum ada bukti bahwa delima dapat mengatasi impotensi.
Mungkin karena bisa mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, yang notabene bisa jadi pencetus impotensi, maka delima dianggap bisa mengatasi impotensi. Yang jelas, tak ada ruginya minum jus buah delima. Minimal, tubuh Anda akan sehat.
4. Yohimbe
Sebelum ada Viagra, ramuan yohimbe sering diberikan oleh dokter untuk mengatasi impotensi. Belakangan, banyak ahli medis yang menganggap ramuan yohimbe tidak efektif. Malah bisa menimbulkan masalah seperti sindrom kecemasan, hipertensi, dan gelisah.
Itulah obat impotensi tradisional yang dapat anda gunakan agar kembali hebat dan perkasa di ranjang.
Mengobati Impotensi dengan Kopi
Mengobati Impotensi dengan Kopi. Pria memiliki penyakit yang mengintai di dirinya, yaitu disfungsi ereksi atau di sebut pula dengan impotensi. Akibat dari kondisi ini akan menyebabkan penderita mengalami stres dan juga dapat merusak rasa percaya diri sehingga dapat mengganggu suatu hubungan. Impotensi ini dapat di sebabkan oleh berbagai kelainan misalnya tekanan darah tinggi, kegemukan, obesitas, diabetes sampai kadar kolesterol yang tinggi, walaupun gangguan pada psikis juga pernah di temukan pada beberapa kasus penyebab impotensi ini.
Suatu riset yang pernah di jalani oleh Dr. David Lopez dari The University of Texas Health Science Center di Houston (UTHealth) menulis juga dalam sebuah penelitian sebelumnya berhasil mengungkapkan jika kafein pada kopi, minuman bersoda, dan minuman yang berenergi dapat membuat disfungsi ereksi menjadi parah. Akan tetapi pada kajian yang di ambil dari populasi ini masih terdapat kekurangan.
Dr. Lopez dan rekan-rekannya kemudian menggunakan data tahun 2001-2004 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), sebuah program yang menguji status kesehatan dan nutrisi warga Amerika, untuk mengungkap peran kafein dalam disfungsi ereksi. Data tersebut berisi riset yang melibatkan 3.724 pria berusia 20 tahun dan di atasnya. Sekitar 40,9 persen dari mereka memiliki berat badan berlebih, 30,7 persen obesitas, 51 persen tekanan darah tinggi, dan 12,4 persen diabetes. Status disfungsi ereksi mereka kemudian diuji dengan melakukan wawancara dibantu komputer.
Dibandingkan pria yang hanya mengonsumsi 0-7 mg kafein per hari, pria yang mengonsumsi 85-170 miligram kafein, memiliki kemungkinan 42 persen untuk mengalami impotensi. Sementara yang mengonsumsi 170-303 mg kafein, kemungkinan untuk mengalami impotensinya sebesar 39 persen.
Resiko terkena penyakit impotensi dapat di kurangi dengan mengkonsumsi kafein dalam takaran yang sudah di tentukan. Ukuran yang setara adalah dengan meminum 2-3 gelas kopi perharinya. Akan tetapi, walau demikian kafein tetap saja tak menurunkan resiko impotensi pada orang yang menderita diabetes. “Diabetes adalah faktor paling besar dari adanya impotensi, karena itulah wajar apabila hal ini tidak mempengaruhi penderitanya,” jelas Dr. Lopez.
Belum ada sebuah kepastian apa penyebab dari kafein yang dapat mengurangi resiko terkena impotensi, berdasarkan hipotesis dari para periset menemukan bahwa kafein juga dapat memicu rangkaian efek pharmacological dan memberikan relaksasi pada urat dan otot halus penis, maka dari itu akan memperlancar peredaran darah pada area itu.
Suatu riset yang pernah di jalani oleh Dr. David Lopez dari The University of Texas Health Science Center di Houston (UTHealth) menulis juga dalam sebuah penelitian sebelumnya berhasil mengungkapkan jika kafein pada kopi, minuman bersoda, dan minuman yang berenergi dapat membuat disfungsi ereksi menjadi parah. Akan tetapi pada kajian yang di ambil dari populasi ini masih terdapat kekurangan.
Dr. Lopez dan rekan-rekannya kemudian menggunakan data tahun 2001-2004 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), sebuah program yang menguji status kesehatan dan nutrisi warga Amerika, untuk mengungkap peran kafein dalam disfungsi ereksi. Data tersebut berisi riset yang melibatkan 3.724 pria berusia 20 tahun dan di atasnya. Sekitar 40,9 persen dari mereka memiliki berat badan berlebih, 30,7 persen obesitas, 51 persen tekanan darah tinggi, dan 12,4 persen diabetes. Status disfungsi ereksi mereka kemudian diuji dengan melakukan wawancara dibantu komputer.
Dibandingkan pria yang hanya mengonsumsi 0-7 mg kafein per hari, pria yang mengonsumsi 85-170 miligram kafein, memiliki kemungkinan 42 persen untuk mengalami impotensi. Sementara yang mengonsumsi 170-303 mg kafein, kemungkinan untuk mengalami impotensinya sebesar 39 persen.
Resiko terkena penyakit impotensi dapat di kurangi dengan mengkonsumsi kafein dalam takaran yang sudah di tentukan. Ukuran yang setara adalah dengan meminum 2-3 gelas kopi perharinya. Akan tetapi, walau demikian kafein tetap saja tak menurunkan resiko impotensi pada orang yang menderita diabetes. “Diabetes adalah faktor paling besar dari adanya impotensi, karena itulah wajar apabila hal ini tidak mempengaruhi penderitanya,” jelas Dr. Lopez.
Belum ada sebuah kepastian apa penyebab dari kafein yang dapat mengurangi resiko terkena impotensi, berdasarkan hipotesis dari para periset menemukan bahwa kafein juga dapat memicu rangkaian efek pharmacological dan memberikan relaksasi pada urat dan otot halus penis, maka dari itu akan memperlancar peredaran darah pada area itu.
Cara Mengatasi Impotensi yang Disebabkan Penyakit Diabetes
Cara Mengatasi Impotensi yang Disebabkan Penyakit Diabetes. Diabetes bisa saja menjadi biang keladi munculnya impotensi. Sebab penyakit kronis ini menyebabkan naiknya gula darah sehingga menganggu penyempitan pembuluh darah di organ vital pria.
Seperti dituliskan Tim Soyjoy dalam buku Diabetes and Me yang menyebutkan, kondisi komplikasi diabetes dapat memengaruhi terganggunya aliran darah dari pembuluh darah besar ke penis. Akibatnya, diabetesi bisa gagal ereksi karena tidak memadainya impuls pengisian darah ke organ vital pria.
Tapi jangan terlalu khawatir, karena jangan-jangan pemicu impoten justru diakibatkan oleh faktor psikologis. Misalnya, masa lalu pria yang buruk, tidak memiliki pendidikan seks, tidak percaya diri di depan pasangan, komunikasi dengan pasangan sedang tidak baik, diliputi ketegangan pikiran akibat masalah keuangan, pekerjaan, perselingkuhan, khawatir hubungan seks bakal membuat pasangan hamil dan khawatir impoten atau ejakulais dini. Kaitannya dengan diabetes?
"Diabetes dapat mengganggu faktor psikologis pria dengan meningkatkan kecemasan, depresi, dan menurunkan rasa percaya diri. Nah, untuk dapat mengendalikannya, maka kenali faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Lakukan juga pemeriksaan gula darah, mengenal gejalanya dan cara mengatasinya," tulis buku tersebut, dimuat Liputan6.com, Senin (4/5/2015).
Olahraga teratur bisa jadi solusi karena kegiatan ini membuat pria lebih bugar dan bertenaga. Olahraga juga bisa melancarkan aliran darah dan memperbaiki kondisi kadar gula darah. Selain itu, jauhi obat kuat yang dijual bebas di pasaran. Pastikan hanya mengonsumsi obat medis berdasarkan petunjuk dokter.
Seperti dituliskan Tim Soyjoy dalam buku Diabetes and Me yang menyebutkan, kondisi komplikasi diabetes dapat memengaruhi terganggunya aliran darah dari pembuluh darah besar ke penis. Akibatnya, diabetesi bisa gagal ereksi karena tidak memadainya impuls pengisian darah ke organ vital pria.
Tapi jangan terlalu khawatir, karena jangan-jangan pemicu impoten justru diakibatkan oleh faktor psikologis. Misalnya, masa lalu pria yang buruk, tidak memiliki pendidikan seks, tidak percaya diri di depan pasangan, komunikasi dengan pasangan sedang tidak baik, diliputi ketegangan pikiran akibat masalah keuangan, pekerjaan, perselingkuhan, khawatir hubungan seks bakal membuat pasangan hamil dan khawatir impoten atau ejakulais dini. Kaitannya dengan diabetes?
"Diabetes dapat mengganggu faktor psikologis pria dengan meningkatkan kecemasan, depresi, dan menurunkan rasa percaya diri. Nah, untuk dapat mengendalikannya, maka kenali faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Lakukan juga pemeriksaan gula darah, mengenal gejalanya dan cara mengatasinya," tulis buku tersebut, dimuat Liputan6.com, Senin (4/5/2015).
Olahraga teratur bisa jadi solusi karena kegiatan ini membuat pria lebih bugar dan bertenaga. Olahraga juga bisa melancarkan aliran darah dan memperbaiki kondisi kadar gula darah. Selain itu, jauhi obat kuat yang dijual bebas di pasaran. Pastikan hanya mengonsumsi obat medis berdasarkan petunjuk dokter.
Langganan:
Komentar (Atom)


